JAKARTA,— Jumat, 14 Agustus 2026 — Mediabhayamgkara.com // Direktur Utama/CEO PT. HINDIA SYAFA GROUP Sa'diah.S.Pd.i,Mp.Pd.i menyoroti semakin pentingnya penguatan pendidikan karakter, etika, dan adab di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta perubahan gaya hidup masyarakat.
Menurutnya, kemajuan teknologi yang begitu cepat seharusnya berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter, integritas, etika, dan tanggung jawab. Tanpa keseimbangan tersebut, kemajuan teknologi justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.
“Selama saya membawahi dua perusahaan, saya melihat bahwa persoalan yang sering kali muncul justru berawal dari hal-hal kecil, yaitu hilangnya adab dan etika dalam berinteraksi maupun dalam mengambil sebuah keputusan,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari pentingnya pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini. Perkembangan zaman dan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan moral agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Etika Menjadi Fondasi dalam Dunia Kerja
Dalam lingkungan perusahaan, menurutnya, tidak ada sistem manajemen yang benar-benar sempurna. Setiap organisasi pasti memiliki kekurangan, kesalahan, maupun persoalan yang harus terus dievaluasi dan diperbaiki.
Namun, persoalan dapat menjadi lebih besar ketika seseorang tidak memiliki etika dalam menyikapi sebuah permasalahan.
Salah satu contoh sederhana adalah ketika terjadi persoalan internal perusahaan. Setiap pihak seharusnya terlebih dahulu melakukan klarifikasi, komunikasi, dan tabayun sebelum mengambil kesimpulan atau keputusan.
“Kesalahan dalam sebuah perusahaan merupakan sesuatu yang harus dibenahi. Tetapi apabila SDM tidak dibekali etika, maka yang terjadi adalah pengambilan keputusan secara sepihak tanpa terlebih dahulu melakukan tabayun atau mencari tahu persoalan yang sebenarnya,” jelas Sa'diah
Menurutnya, budaya tabayun bukan hanya penting dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari tata kelola organisasi yang sehat. Klarifikasi, komunikasi, dan keterbukaan dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus menjaga hubungan profesional antarpihak.
Kebijakan Harus Berorientasi pada Kepentingan Bersama
Lebih luas lagi, ia berpandangan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sistem yang dibangun atas dasar integritas dan kepentingan bersama.
Menurutnya, apabila suatu kebijakan dibuat hanya dengan mempertimbangkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat dan tujuan pembangunan, maka sistem tersebut akan sulit berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Karena itu, setiap pengambil kebijakan maupun pihak yang memiliki tanggung jawab dalam sebuah organisasi harus memiliki integritas, rasa tanggung jawab, serta keberanian untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Korupsi dan Krisis Integritas
Ia juga menilai bahwa persoalan korupsi tidak semata-mata berkaitan dengan lemahnya sistem pengawasan, tetapi juga erat kaitannya dengan persoalan integritas dan karakter individu.
Penguatan pendidikan karakter, menurutnya, harus menjadi salah satu bagian penting dalam upaya membangun budaya antikorupsi. Nilai kejujuran, tanggung jawab, rasa malu melakukan pelanggaran, serta keberanian menolak penyimpangan harus ditanamkan secara konsisten sejak lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat hingga dunia profesional.
“Kalau karakter dan integritas dibangun dengan baik, seseorang akan memiliki batas moral dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Sistem tetap harus diperkuat, tetapi manusianya juga harus memiliki karakter yang kuat,” tuturnya.
Teknologi Harus Diimbangi Pendidikan Karakter
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin tidak terbendung, perubahan gaya hidup masyarakat juga menjadi perhatian.
Menurutnya, teknologi pada dasarnya bukan sesuatu yang harus ditakuti. Teknologi dapat menjadi sarana yang sangat positif untuk pendidikan, komunikasi, bisnis, inovasi, dan pembangunan ekonomi. Namun, penggunaan teknologi tanpa kontrol dan tanpa fondasi karakter dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, serta gaya hidup seseorang.
Karena itu, perkembangan teknologi harus diiringi dengan penguatan pendidikan karakter dan etika agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.
Membangun Bangsa Dimulai dari Karakter Manusia
Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa pada akhirnya bukan hanya mengenai pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun kemajuan teknologi. Di balik semua itu terdapat manusia yang menjadi penggerak utama pembangunan.
Bangsa yang ingin tumbuh dan berkembang membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, etika, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.
“Jangan sampai kita mengejar kemajuan teknologi, tetapi kehilangan karakter. Jangan sampai kita memiliki sistem yang semakin modern, tetapi manusianya justru kehilangan etika dan adab. Karena ketika karakter hilang, maka pertumbuhan dan perkembangan bangsa juga akan kehilangan fondasinya,” pungkasnya.
Ia berharap penguatan pendidikan karakter dapat menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dunia usaha, maupun masyarakat.
Sebab, menurutnya, kemajuan bangsa yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari seberapa maju teknologinya, tetapi juga dari seberapa kuat karakter dan integritas manusia yang menjalankannya.
Penulis Sa'diya,S. PD.I.,M.Pd.I.
Direktur Utama Sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT. Hindia Syafa Segera Adakan Acara Pembukaan Tower Syafa Group di Pusat Bisnis Surabaya
PT Hindia Syafa Group Siapkan Seminar Edukasi Mekanisme Jual Beli Sesuai Prosedur Hukum
PT. Indie Syafa Transforma Persiapkan Pembagian Sertifikat kepada User
Tim Staf Asisten Direksi PT Hindia Syafa Group Berupaya Menuntaskan Persoalan SDM hingga Malam Hari
PT Hindia Syafa Group Melanjutkan Agenda yang Tertunda Sejak 2025
PT. Hindia Syafa Group Sosialisasikan Agenda ke Kementerian Jelang Launching Syafa News dan Pembukaan PT. ECO Syafa Harvest
PT HINDIA SYAFA GROUP KOORDINASI DENGAN JAJARAN KEMENTERIAN RI DAN PERBANKAN PUSAT
PT ECO SYAFA HARVEST Persiapkan Setting Mesin Pabrik, Tim Perusahaan Mesin Lakukan Pengukuran Lahan
PT. ECO SYAFA HARVEST Lakukan Transaksi Pembelian Pabrik di Malang, Jawa Timur
PT. INDIE SYAFA TRANSFORMA Lakukan Persiapan Pengurukan Proyek di Pekalongan